Aku bukan tipe orang yang bisa nulis evaluasi dan resolusi tahun lalu dan yang akan datang, dan menuliskan berbagai semoga agar harapan tercapai, karena semua semoga itu telah terucap dalam doa-doa sebelumnya. Menurutku, tahun kemarin, sekarang, dan tahun depan physically tidak ada bedanya. Even the universe doesn’t celebrate the new year’s eve. They still rotate in their orbit as usual, like they did this morning, yesterday, the day before yesterday, last year, and so on.
Pertanyaannya, kenapa ‘semoga-semoga’ untuk tahun baru kebanyakan diucapkan orang-orang saat akhir tahun masehi saja? Bagaimana dengan tahun baru hijriah? Tahun baru Imlek? Dan tahun-tahun baru lainnya. Oke memang tahun baru-tahun baru tadi hanya dirayakan oleh kalangan tertentu saja, dan sebagian orang ada pula yang mengucap doa-doa di tahun baru selain masehi, tapi yang aku maksud di sini adalah, sebenernya apa sih makna dari tahun baru itu? Yep, jawaban standar adalah semangat baru, menjadikan tahun ini lebih baik dari sebelumnya, berhasil meraih target di event yang terjadi di tahun yang akan datang, melihat kesalahan di tahun sebelumnya, bertekad akan menjadi lebih rajin, bersyukur atas nikmat tahun lalu, dll.
Tapi bukankah memang seharusnya kita melakukan itu setiap harinya?