Dua ribu sebelas kuibaratkan sebagai menjahit.
Tak peduli tanganku berdarah berkali-kali tertusuk.
Tak peduli sulitnya memasukkan benang ke lubang jarum yang sempit.
Aku tetap menjahit bahagia.
Dari sebuah kain utuh di awal Januari 2010, kemudian compang-camping akibat hari yang tidak selurus…
-
sheilaarief reblogged this from zafirahanarum
-
jsmnutami liked this
-
cccita reblogged this from zafirahanarum
-
shabiraaaa liked this
-
nona-laras liked this
-
lightcoral liked this
-
ulimazdeafahira reblogged this from zafirahanarum
-
adnibidari reblogged this from ansoiree
-
adnibidari liked this
-
zafirahanarum reblogged this from ansoiree
-
sarahfauzianisa liked this
-
wpramithasari liked this
-
ansoiree posted this