Efek Liburan #2
  • (di SSC)
  • Aku: Kirain kelas bakal sepi lah, soalnya hujan, terus masih liburan lagi. Ternyata orang-orang tidak semalas aku hahaha
  • Beti: Dengan kamu dateng juga kamu ternyata tidak semalas yang kamu pikirkan ni hahaha

--Tagged under: Nurbaiti Khoirunnisa--

Efek Liburan #1
  • Aku: De Ardhi itu kayaknya sepeda kempes deh ban nya, jadi asa berat soalnya, ke tukang pompa gih
  • De Ardhi: Biasa aja ah itu mah Teh Adni we yang berat hahaha

--Tagged under: Brother--

Mungkin judul yang tepat bukan tahun baru

Aku bukan tipe orang yang bisa nulis evaluasi dan resolusi tahun lalu dan yang akan datang, dan menuliskan berbagai semoga agar harapan tercapai, karena semua semoga itu telah terucap dalam doa-doa sebelumnya. Menurutku, tahun kemarin, sekarang, dan tahun depan physically tidak ada bedanya. Even the universe doesn’t celebrate the new year’s eve. They still rotate in their orbit as usual, like they did this morning, yesterday, the day before yesterday, last year, and so on.

Pertanyaannya, kenapa ‘semoga-semoga’ untuk tahun baru kebanyakan diucapkan orang-orang saat akhir tahun masehi saja? Bagaimana dengan tahun baru hijriah? Tahun baru Imlek? Dan tahun-tahun baru lainnya. Oke memang tahun baru-tahun baru tadi hanya dirayakan oleh kalangan tertentu saja, dan sebagian orang ada pula yang mengucap doa-doa di tahun baru selain masehi, tapi yang aku maksud di sini adalah, sebenernya apa sih makna dari tahun baru itu? Yep, jawaban standar adalah semangat baru, menjadikan tahun ini lebih baik dari sebelumnya, berhasil meraih target di event yang terjadi di tahun yang akan datang, melihat kesalahan di tahun sebelumnya, bertekad akan menjadi lebih rajin, bersyukur atas nikmat tahun lalu, dll.

Tapi bukankah memang seharusnya kita melakukan itu setiap harinya?

ansoiree:

Dua ribu sebelas kuibaratkan sebagai menjahit.

Tak peduli tanganku berdarah berkali-kali tertusuk.

Tak peduli sulitnya memasukkan benang ke lubang jarum yang sempit.

Aku tetap menjahit bahagia.

Dari sebuah kain utuh di awal Januari 2010, kemudian compang-camping akibat hari yang tidak selurus…

Dream Theory

Reading many texts about people’s priceless experiences makes me think why can’t I do that? Why haven’t I done anything like that? Maybe yet to come. But since we had the same age, same time, even same place we often met that realized me even a person and his friend always together anywhere anytime they could be have a totally very contrast life and fate.

In my theory, the different between one person to another fate is intention, action, and also opportunity. Oh and surely God’s decision too. To chasing dream we have to have that fours. For example, someone gets hungry and he want to have a burger for dinner. That’s intention. If he was too lazy to go to nearest McD or even call for the delivery, his desire wouldn’t be fulfilled. So there’s need an action. Let’s say that his phone was broke or something so he has to walk. If there’s 8.30 pm and the McD will be closed at 9.00 pm, he must hurry so if he walk like he’s the owner of McD so he doesn’t have to be worried, he will lost his opportunity. And when he arrive at McD, the light is off and there’s a note says ‘closed for chrismast night’ (even I’m not sure McD will closed at chrismast day), let’s say that is God’s decision to him to have no burger that night. Or yet.

That’s happened in my life. Okay maybe I have a lot of big dreams but when I tried to reach it, chase it, there’s always a hitch that failed it. Maybe it just makes it difficult but I was too down to try again because once fail I speculated that God was thinking that’s not good for me instead of try harder. Yes that’s a quitely bad thought, I think I just need a motivator or moodbooster. Or maybe counselor.

Or perhaps, that failure is sign that something what we want, not always be something what we need. Like the story of burger man above, it could be when he walked home disappointly he accidentally met his friend who was going to a friend’s house to do some christmas party and ask him to join. Yes, maybe God’s decision isn’t always disappointing at all. All just because we don’t know, what will happen and what will God give us at the end.

So, the point is, when we have dream to have or to do something, be sure we’re not just dreaming it. Because dreaming without realizing is just become an empty hope. And when we failed at something, think positively that we could be did it someday, or we could get something better than it.

allthingseurope:

Château Sceaux, France
(by Philippe Lejeanvre)

allthingseurope:

Château Sceaux, France

(by Philippe Lejeanvre)

Liburan sehat bersama @anasrr

Kamis, 29 Desember 2011.

Hari ini aku main sepeda sama Ola! Yeyeyeyy seneng bangeeet. Gatau kenapa akhir-akhir ini lagi seneng-senengnya main sepeda haha mari mewujudkan hidup sehat! Awalnya kan ngajak temen-temen ya tapi unfortunately pada lagi liburan, dan yang lagi ga liburan ga punya sepeda! Huff nasib deh ujung-ujungnya cuma berdua lagi deh.

Kita janjian di sekolah jam setengah 7, jadi aku berangkat dari rumah jam 6. Setelah nunggu beberapa menit akhirnya Ola muncul aja dan katanya cape (secara gitu dari Panyileukan) jadi istirahat dulu bentar, dia jajan gorengan lagi di kios padahal udah sarapan aduh dasar jiwa makan banget hahaha.

Jam 7, 2 cewe lemah jarang olahraga berangkat menuju Dago Pakar! Karena Ola ga hafal jalan jadi aku di depan. Kita lewat jalan merdeka biar nanti lurus terus rutenya, meskipun nanjak terus juga sih. Belum lewat simpang aja udah melambat lah hahahaha cape banget, tapi tetep dipaksain kan. Akhirnya pas di tanjakan deket mesjid apa gitu lupa kita bener-bener berhenti lah istirahat duduk di trotoar HAHA udah cemgembel banget, tapi asli bener-bener udah berat ngayuh sepedanya. Gila deh itu belum juga lewat Dago Tea House kan yang tanjakannya lebih edan lagi. Kalo aku main sendiri pasti udah nyerah dan muter balik saat itu juga, tapi karena Ola mau diajak lanjut jadi semangat lagi! Banyak pesepeda yang lewat juga kan, nyapa-nyapa kita terus nyemangatin gitu lah terharu banget :’)

Setelah beberapa menit kita lanjut aja ya. Sempet beberapa kali berhenti bentar di tanjakan-tanjakan, malah Ola sempet turun terus ditenteng gitu sepedanya aduh kocak bangetlah ngeliatnya hahahaha tapi ternyata pas di jalan menuju Dago Pakarnya yang udah terjal banget akhirnya aku juga ikut-ikutan ditenteng hampir setengah jalan hahahahaha trus sempet berhenti dulu ngalay foto-foto ga jelas sebelum nyampe di gerbang 2 Dago Pakar.

Oh ya di warung deket gerbangnya kan keliatan ada gerombolan pesepeda lagi istirahat ya pas kita berdua dateng mereka cheering up gitu malah sempet nyalamin aku “Hebat Neng! Kuatan lah pake fixie ke gunung gini, Bapak aja belum tentu bisa! Tingali atuh rodana leutik kieu, nu ieu oge deuih (nunjuk Ola) rodana gede kieu! Hayu ah foto heula, share di group!” Sumpah di situ antara malu seneng tapi cuma bisa cengengesan aja haha emang kayanya aneh kali ya entah aku terlalu nekat atau bodoh atau gila pake fixie ke gunung, tapi alesannya cuma satu sih: soalnya punyanya cuma itu HAHAHA. Setelah pamitan akhirnya lanjut masuk ke Dapar nya, dan dengan gatau malunya maklum dasar jiwa ibu-ibu sih kita nawar tiket masuknya lah HAHA asalnya berdua 21rb jadi 16rb aja, sepedanya ga diitung. Baik banget ya Allah ibu sama bapak penjaganya, semoga rezekinya dilancarkan amin O:-)

Akhirnya sampai jam setengah 9! Masuk Dapar jalan turunan kan, lega banget lah meluncur sambil teriak-teriak haha tapi sayangnya ga ada yang bawa kamera jadi pake kamera ipodnya Ola, seadanya deh gambarnya.

Oh ya sedikit curhat. Disana kita selalu nemunya orang yang… uhmm maaf yaa tapi sedikit gaptek jadi foto berdua nya sedikit yang bagus huhu.

Aaanywaaay meskipun niat pingin liat monyet ga kesampaian karena cuaca buruk, diluar itu pokoknya kita berdua seneng bangetlah (iya ga la? hahaha) muter bentar terus balik lagi jam 9, takut kepanasan di jalan haha lemah bangetsih dasar cewe.

Pulangnya cuma makan waktu setengah jam! Ya ampun perginya aja 3x lipat dari itu hahaha wajar lah ya kita belum lama jadi biker sih #hahazek. Kita transit di sekolah dulu bentar terus lanjut makan di Sotbal. Haha rada percuma kali yaa niat nurunin berat tapi makan juga malah makan coklat lagi dari Melly! Haduh gapapa deh yang penting seneng.

Setelah makan dan ngobrol-ngobrol sampai jam 12 tepat (lama ku ngobrol sih) kita pun memutuskan untuk pulang. Meskipun cape banget tapi pokoknya hari ini asik bangetlah fun bike bersama Anastasya Roseli. Masih ga nyangka kita bisa juga nyampe sana. Padahal udah setelan santai abis bawaan dikit malah aku ga bawa minum haha sepatu sama-sama crocs doang lagi. Kapan-kapan lagi yuk!

Salam semangat,

Adni pingin kurus Bidari Putri :))

--Tagged under: Anastasya Roseli--

--Tagged under: Liburan--

kuntawiaji:


The educational system in one image.
“Everybody is a genius. But if you judge a fish on its ability to climb a tree, it will spend the rest of its life thinking it’s an idiot.” (Albert Einstein)

kuntawiaji:

The educational system in one image.

“Everybody is a genius. But if you judge a fish on its ability to climb a tree, it will spend the rest of its life thinking it’s an idiot.” (Albert Einstein)

(Source: vitundarvakning)

kuntawiaji:




There was a man who had four sons. He wanted his sons to learn not to judge things too quickly. So he sent them each on a quest, in turn, to go and look at a pear tree that was a great distance away.

The first son went in the winter, the second in the spring, the third in summer, and…

(Source: islamicthinking)

allthingseurope:

(by liz.rusby)
Theme created by: Roy David Farber and Hunson. Powered By: Tumblr...
1 of 28